Skip to main content

Posts

Sejarah Penyebaran Ahmadiyah di Indonesia

Ahmadiah merupakan sebuah gerakan keagamaan Islam yang didirikan pada tahun 1889 di Negara bagian Punjab, India tepatnya di Qadian. Didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai Mujaddid, al Masih dan al Mahdi. Jemaat ini merupakan organisasi keagamaan international yang telah tersebar ke lebih dari 185 negara di dunia. Pergerakan Jemaat Ahmadiyah dalam Islam adalah suatu organisasi keagamaan dengan ruang lingkup internasional yang memiliki cabang di 174 negara tersebar di berbagai belahan dunia seperti Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia, Eropa dan termasuk Indonesia. Jemaat Ahmadiyah Internasional juga telah menerjemahkan al Quran ke dalam bahasa-bahasa besar di dunia, sedangkan Jemaat Ahmadiyah di Indonesia telah menerjemahkan al Quran dalam bahasa Indonesia, Sunda, dan Jawa. Para pengikut Ahmadiyah, yang disebut sebagai Ahmadi atau Muslim Ahmadi, terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama ialah “Ahmadiyya Muslim Jama’at” (Ahma...

Haji Misbach, Sang Kyai Komunis. Kisah seorang Haji Merah

Seorang Haji menaiki podium. Ia segera memperkenalkan diri: “Saya bukan Haji, tapi Mohammad Misbach, seorang Jawa, yang telah memenuhi kewajibannya sebagai muslim dengan melakukan perjalanan suci ke Mekah dan Medinah. Saat itu, awal Maret 1923, adalah Kongres Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Sarekat Islam (SI) di Bandung. Kongres itu juga dihadiri oleh dua komunis dari Sumatera Barat, yaitu Haji Datuk Batuah dan Natar Zainuddin. Haji Datuk Batuah dan Natar Zainuddin terkagum-kagum dengan pidato Misbach itu. Meskipun bergelar Haji dan sudah pernah ke tanah suci, tapi Misbach tidak pernah mengenakan sorban ala Arab ataupun Peci ala Turki. “Misbach hanya mengenakan tutup kepala dan bergaul dengan rakyat apa saja,” kata Natar Zainuddin menceritakan tentang Misbach. Misbach adalah seorang mubaligh berpendidikan pesantren. Ia dilahirkan di Kauman, Surakarta, sekitar tahun 1876, dan dibesarkan sebagai anak seorang pedagang batik yang kaya raya. Mas Marco Kartodikrom...

Cerita Sultan HB IX yang ditilang Brigader Royadin

Sultan Hamengku Buwono IX kerap menyetir seorang diri. Sebuah cerita mengharukan terjadi ketika Sultan ditilang seorang polisi berpangkat brigadir. Sultan mengaku salah, tanpa ragu si polisi yang bernama Royadin pun melaksanakan tugasnya. Tidak ada arogansi atau tawaran damai di tempat. Penulis Aryadi Noersaid menuliskannya secara apik di jogjakini.wordpress.com. Kebetulan Brigadir Polisi Royadin adalah paman Aryadi. Peristiwa ini terjadi pertengahan tahun 1960an. Jam baru menunjukkan pukul 5.30 WIB di Pekalongan. Brigadir Polisi Royadin sudah berada di posnya. Persimpangan Soko mulai ramai dilalui Delman dan Becak. Tiba-tiba sebuah sedan hitam buatan tahun 1950an melaju pelan melawan arus. Saat itu mobil yang melintas di jalan raya sangat sedikit. Royadin segera menghentikan mobil itu. "Selamat pagi, bisa ditunjukan rebuwes," kata Royadin. Rebuwes adalah surat kendaraan saat itu. Pengemudi mobil itu membuka kacanya. Royadin hampir pingsan melihat siapa oran...

Pejuang Kemerdekaan yang Terlupakan oleh Sejarah. Kisah Djuwari, Sang Pemikul Tandu Jenderal Besar Soedirman

Pada dekade tahun 80an dalam buku sejarah PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) terdapat gambar orang ditandu dengan warna hitam putih, kita pasti sudah tahu bahwa orang yang ditandu tersebut adalah Jenderal Soedirman. Tahukah anda siapa yang menandu sang pahlawan tersebut? Tandu yang sangat bersejarah tersebut sekarang telah ditempatkan di Museum Satria Mandala. yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Tapi bagaimana nasib Sang Pemanggul tandu tersebut? Salah satu sosok dari pemanggul tandu tersebut adalah Djuwari, sosok bersejarah ini memang sekarang terlupakan dan hidup dalam kemiskinan. Djuwari berdomisili di Dusun Goliman Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, kaki Gunung Wilis. Kampungnya merupakan titik start rute gerilya Panglima Besar Sudirman Kediri-Nganjuk sepanjang sekitar 35 km. Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman memang sangat jauh dari keramaian kota. Titik start gerilya berada di kampung yang dikepung buki...

Ini dia Deretan 5 Jenderal Kopassus Paling Fenomenal

Siapa tak kenal Kopassus, pasukan elit TNI Angkatan Darat yang pernah masuk 5 Rangking top dunia sebagai satuan pasukan elit terbaik. Kopassus menjadi salah satu dari banyak pasukan Khusus di tubuh TNI yang disegani di Asia, bahkan dunia. Sejarah mencatat, Kopassus banyak terlibat dalam operasi militer di berbagai daerah di Indonesia dan dunia. Terbentuknya Kopassus tak lepas dari keinginan Panglima Teritorium Kolonel Alex Evert Kawilarang yang menganggap perlunya pasukan kecil, namun efektif untuk melakukan penyusupan. Pandangan ini terngiang di benaknya saat melihat pasukan reguler tak mampu bergerak di medan-medan yang sangat berat. Berkat usahanya, Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT) terbentuk. Muhammad Idjon Djanbi pun diangkat menjadi komandan sekaligus pelatih pertama. Setelah berkali-kali berganti nama, mulai dari Kesko TT hingga Kopassandha, 27 orang perwira telah ditunjuk menjadi komandan Kopassus. Beberapa lulusan Kopassus ...

Cerita Lucu Prabowo : " Saya Masuk Tentara, karena Takut Matematika..."

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir dalam kampanye akbar pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, di Stadion Soemantri Brojonegoro ( Minggu, 29/1/2017 ). Dalam sambutannya, Prabowo sempat menceritakan pengalamannya di militer. Prabowo mengaku memutuskan masuk ke militer karena takut pada pelajaran Matematika. Namun, ternyata pelajaran Matematika di Akademi Militer jauh lebih berat daripada saat di sekolah. Ketidakmampuan Prabowo pada Matematika membuatnya masuk ke satuan Infanteri. Sementara, kata dia, anggota TNI yang jago matematika biasanya masuk ke satuan Zeni. Namun anehnya menurut Prabowo, banyak lulusan infanteri yang justru menjadi Jenderal ketimbang satuan Zeni. "Karena dulu takut Matematika saya masuk tentara enggak tahunya di tentara lebih berat lagi. Yang pinter masuk Zeni yang pas-pasan masuk infantri. Saya infantri tapi banyak yang jadi jenderal," kata Prabowo. Infanteri adala...

7 Fakta Menarik Tentang Viking, Bangsa yang terkenal Buas saat Berperang

Dalam berbagai film Viking diceritakan sebagai bangsa ahli perang yang punya keberanian luar biasa. Ciri khas mereka adalah kerap mempertontonkan ‘rage’ alias kemarahan yang besar saat menghunuskan kapak-kapan tajam mereka. Dari sini mungkin sekilas terkesan jika Viking adalah bangsa barbar yang tak tahu apa-apa selain perang, padahal di balik itu mereka punya sistem hidup yang kompleks. Pengetahuan masyarakat terhadap Viking sudah kadung dibentuk lewat film-film. Padahal apa yang ditunjukkan tidak benar-benar sesuai dengan kenyataan. Nah, kali ini kami akan mengutip fakta-fakta tentang bangsa besar satu ini untuk meluruskan anggapan yang salah dan sudah kadung lekat dengan mereka. Lalu seperti apa sebenarnya bangsa Viking ini? Simak ulasan menariknya seperti yang dikutip dari bombastik.com (26/12/2015) : 1. Viking Dikenal Dengan Kebersihannya yang Luar Biasa Bangsa Viking cinta kebersihan? Jika benar, sungguh luar biasa sekali. Pasalnya, Viking selalu digambarkan...