Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sejarah

Inilah Misteri Kematian Jenderal Mallaby, yang Memicu Pertempuran Hebat 10 November di Surabaya

Kemenangan gemilang pasukan Sekutu, khususnya Inggris diuji di Surabaya. Saat menghadapi tentara Jerman dalam Perang Dunia II, Inggris tak pernah sekalipun kehilangan jenderalnya. Namun di Kota Surabaya, kenyataan terbalik 180 derajat. Seperti dikutip dari Wikipedia , ketika pasukan Inggris tiba di Surabaya, lima hari kemudian atau tepatnya pada 30 Oktober 1945 seorang jenderalnya terbunuh, yaitu Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern (AWS) Mallaby. Brigjen Mallaby tiba dengan pasukannya pada 25 Oktober 1945 di Surabaya. Pasukannya dikenal dengan Brigade 49 yang jumlah sekitar 6.000 pasukan. Brigade 49 juga bagian Divisi 23 pasukan Inggris yang dikenal dengan 'The Fighting Cock', yang memiliki pengalaman mengalahkan tentara Jepang di hutan Burma (sekarang bernama Myanmar). Termasuk front pertempuran di Semenanjung Malaya serta memenangkan perang melawan tentara Jerman di Afrika utara. Mallaby adalah seorang perwira muda eksekutif Kerajaan Inggris dengan ka...

Penista Agama dan Penghina Al Qur'an pun Dieksekusi Mati Pada Zaman Rasulullah

Pada Zaman Rasululloh SAW, tersebutlah seorang munafik bernama Abi Sarah. Dijelaskan bahwa sebelumnya Abi Sarah mendapat tugas sebagai seorang penulis wahyu yang tiap kali di sampaikan Malaikat Jibril kepada Rasul. Setelah beberapa waktu, Abi Sarah justru murtad, dan terang-terangan menyatakan kemurtadannya dari Agama Islam kepada khalayak umum serta kembali kepada kelompok kafir Quraisy. Ketika didalam kelompoknya, Abi Sarah sering ditanya oleh para pemuka kaum kafir Quraisy tentang pengalamannya menjadi penulis wahyu. Abi Sarah dengan bangganya berkata bahwa Nabi Muhammad dapat dibodohi oleh dirinya. " Ketika Muhammad mengimlakan kepadaku 'Azizul Hakim', aku justru menuliskan ' Alimun Hakim ' dan Muhammad mempercayainya begitu saja, " Ucap Abi Sarah Tentu saja lelucon yang seolah bisa merubah Al Qur'an sekehendak hati dan menganggap Nabi Muhammad bodoh ini membuat tertawa terbahak bahak para kafir Quraisy. Mereka yang sejak dulu membenci Isla...

Gerakan Bawah Tanah PKI Pada Masa Kolonial Belanda

Meski berhasil ditumpas penjajah, pemberontakan nasional 1926-1927 menuntut kemerdekaan Indonesia yang dipimpin PKI sedikit banyak menggoncang sendi-sendi kekuasaan kolonial Belanda. Gubernur Jenderal de Graaf seketika menambah reserse, polisi dan tentaranya.    Semangat revolusioner tetap menyala. Kehendak merdeka menjalar ke kaum pelajar.  Algemene Studieclub di Bandung, yang dipimpin anak muda bernama Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia. Di dalamnya ada pula seorang tokoh kenamaan Tjipto Mangunkusumo.  PNI partai kedua setelah PKI yang menggunakan nama Indonesia. Ia lahir 1927, sesaat setelah PKI digulung kumpeni.   Tentang berdirinya PNI, dalam buku Sarinah , Soekarno menulis;  Imperialisme Belanda pada waktu itu baru saja mengamuk tabularasa di kalangan kaum komunis. Kaum komunis Indonesia dan Sarekat Rakyat dipukulnya dengan hebatnya, ribuan pemimpinnya dilemparkan dalam...

Ini Jasa Nazi Jerman dalam Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI

Proklamasi Kemerdekaan adalah momen paling bersejarah berdirinya Bangsa Indonesia. Banyak kisah menarik yang terjadi saat penyusunan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Salah satu fakta yang mungkin tidak terduga ialah jasa Nazi Jerman dalam pembuatan teks proklamasi. Walaupun tidak banyak, namun bantuan Nazi saat itu sangatlah penting untuk kemerdekaan Indonesia. Apa peranan yang mereka lakukan untuk bangsa ini terhadap jalannya Proklamasi Kemerdekaan? Kisah nyata ini berawal pada malam tanggal 16 Agustus 1945, saat sebuah draft proklamasi sudah dibuat oleh Soekarno dan Hatta dan Ahmad Soebardjo. Seperti yang diketahui, pembuatan teks proklamasi tersebut dilakukan di rumah Laksamana Maeda, di Jl. Miyako-Doori 1, Jakarta. (sekarang Jl. Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat). Namun, masalah yang tak terduga pun datang. Mesin ketik di rumah Maeda ternyata memakai huruf kanji. Untungnya, salah seorang ajudannya, Satsuki Mishima, mengetahui di mana bisa mendapatk...

5 Pejuang Suku Indian Paling Ditakuti Amerika

Tak dipungkiri jika bangsa Amerika yang kini menjelma menjadi negara adidaya, masyarakatnya adalah pendatang. Bahkan sejarah mencatat bahwa awal kedatangan mereka telah melakukan banyak perlakuan keji kepada bangsa asli setempat yaitu Suku Indian. Kedatangan imigran tersebut tentu bertujuan menguasai Amerika seutuhnya, padahal mereka sama sekali tidak punya hak mengingat statusnya sebagai pendatang. Alhasil, konfrontasi antara Suku Indian dan bangsa Amerika pendatang itu tak dapat dihindari. Perlu diketahui pula selama masa konfrontasi itu, terdapat para pejuang Suku Indian yang sepak terjangnya terbilang luar biasa sehingga jadi momok menakutkan bagi para pendatang. Berikut ulasannya seperti dilansir dari laman boombastis.com (21/2/2016) Cochise   Cochise sebenarnya berteman cukup baik dengan para pendatang Amerika. Kebenciannya terhadap para pendatang bule itu berawal saat dirinya menjadi korban salah tangkap. Parahnya, teman-teman Cochise menjadi k...

Hubungan Partai Politik Islam dan Komunis Sebelum Tragedi 1965. Sisi lain Sejarah

Akar permasalahan partai berbasis Islam Masyumi dan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam sejarah politik Indonesia. Seteru partai Islam dan partai komunis di Indonesia memanas pada awal 1954, setahun sebelum pemilihan umum digelar pada 1955. Konflik keduanya ternyata tidak hanya melibatkan anggota partai, tapi juga dua negara adidaya, Amerika Serikat dan Uni Soviet (saat ini Rusia). Dari sejarah keduanya juga terkuak bagaimana persaingan politik tidak mempengaruhi "persahabatan" antara dua pucuk pimpinan partai. Bagaimana itu bisa terjadi? Beriku hubungan partai Islam terbesar di Indonesia saat itu, Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebelum tragedi 1965 terjadi, yang disarikan dari tulisan sejarawan Bonnie Triyana di Majalah Historia. Bentrok di Lapangan Pada medio Mei 1954, Partai Masyumi menggelar perhelatan besar di Malang, Jawa Timur, untuk menandingi rapat umum PKI di tempat yang sama. Kedu...

Cerita Letkol Untung yang Tak Beruntung. Gagalnya G30S, Tertangkap dan Berujung Eksekusi Mati

Sebelum pecah Gerakan 30 September (G30S),  track record Letkol Untung  sebagai prajurit terbilang cemerlang. Tak banyak  prajurit TNI  yang dianugerahi  Bintang Sakti sebagai penghargaan atas keberanian dan pengabdiannya pada negara. Tercatat ada dua  prajurit TNI Angkatan Darat  yang disemati Bintang Sakti oleh  Presiden Soekarno, yakni Untung dan Benny Moerdani. Tapi nasib dan jalan hidup  mereka berbeda. Benny akhirnya berhasil menjadi jenderal bintang empat dan meraih posisi tertinggi sebagai Panglima ABRI. Sementara  Untung hanya meraih dua melati di pundaknya, dan karirnya tamat akibat keterlibatannya dalam G30S/PKI. Ada catatan menarik, Pasca peristiwa gagalnya gerakan Dewan Revolusi 30 September 1965, yang dilakukan oleh beberapa Perwira-perwira yang sering menamakan dirinya Progresive Revolusioner, Sang Pimpinan Gerakan Letkol Inf Untung Sutopo (Danyon 1 Tjakrabirawa)ini atau Paswalpres berusaha melarikan...

Sejarah Penyebaran Ahmadiyah di Indonesia

Ahmadiah merupakan sebuah gerakan keagamaan Islam yang didirikan pada tahun 1889 di Negara bagian Punjab, India tepatnya di Qadian. Didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai Mujaddid, al Masih dan al Mahdi. Jemaat ini merupakan organisasi keagamaan international yang telah tersebar ke lebih dari 185 negara di dunia. Pergerakan Jemaat Ahmadiyah dalam Islam adalah suatu organisasi keagamaan dengan ruang lingkup internasional yang memiliki cabang di 174 negara tersebar di berbagai belahan dunia seperti Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia, Eropa dan termasuk Indonesia. Jemaat Ahmadiyah Internasional juga telah menerjemahkan al Quran ke dalam bahasa-bahasa besar di dunia, sedangkan Jemaat Ahmadiyah di Indonesia telah menerjemahkan al Quran dalam bahasa Indonesia, Sunda, dan Jawa. Para pengikut Ahmadiyah, yang disebut sebagai Ahmadi atau Muslim Ahmadi, terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama ialah “Ahmadiyya Muslim Jama’at” (Ahma...

Pejuang Kemerdekaan yang Terlupakan oleh Sejarah. Kisah Djuwari, Sang Pemikul Tandu Jenderal Besar Soedirman

Pada dekade tahun 80an dalam buku sejarah PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) terdapat gambar orang ditandu dengan warna hitam putih, kita pasti sudah tahu bahwa orang yang ditandu tersebut adalah Jenderal Soedirman. Tahukah anda siapa yang menandu sang pahlawan tersebut? Tandu yang sangat bersejarah tersebut sekarang telah ditempatkan di Museum Satria Mandala. yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Tapi bagaimana nasib Sang Pemanggul tandu tersebut? Salah satu sosok dari pemanggul tandu tersebut adalah Djuwari, sosok bersejarah ini memang sekarang terlupakan dan hidup dalam kemiskinan. Djuwari berdomisili di Dusun Goliman Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, kaki Gunung Wilis. Kampungnya merupakan titik start rute gerilya Panglima Besar Sudirman Kediri-Nganjuk sepanjang sekitar 35 km. Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman memang sangat jauh dari keramaian kota. Titik start gerilya berada di kampung yang dikepung buki...

Kisah Soeharto tembus medan perang Sarajevo untuk bantu Bosnia

Tahun 1992-1995, konflik di Balkan memakan korban ribuan rakyat Bosnia. Tentara Serbia menggelar aksi kejam untuk memusnahkan etnis Bosnia. Pembantaian yang terjadi terhadap Muslim Bosnia tercatat sebagai genosida paling mengerikan setelah Perang Dunia II usai. Di tengah baku tembak antara Bosnia dan Serbia, itulah Presiden Soeharto berkunjung ke Balkan. Setelah bertemu Presiden Kroasia Franjo Tudjman, di Zagreb pada tahun 1995, Presiden Soeharto pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Sarajevo, ibu kota Bosnia Herzegovina. Demikian dikisahkan dalam Buku 'Pak Harto The Untold Stories' yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2011. Anggota rombongan kaget. Baru saja mereka mendengar kabar pesawat yang ditumpangi Utusan Khusus PBB Yasushi Akashi ditembaki saat terbang ke Bosnia. Namun insiden penambakan itu tidak menyurutkan langkah pemimpin negara Non Blok ini berangkat ke Bosnia. Setelah berdebat, PBB mengizinkan Soeharto terbang ke Bosnia. Syaratnya, S...

Cerita Pilu Kapten Pierre Tendean. Kisah Cinta Tak Sampai

Peristiwa G30S/PKI tentu saja masih menjadi salah satu peristiwa besar yang tak mudah dilupkan begitu saja. Ada kisah cinta memilukan dari salah satu korban G30S/PKI yakni Lettu Pierre Tendean yang kala itu meninggal dunia setelah disiksa dan ditembak berulang kali di Lubang Buaya. Kisah cinta Kapten Tendean ini menjadi perbincangan hangat di beberapa forum diskusi sejarah, beberapa waktu belakangan. Tak heran karena kisah cinta sang kapten memang mengharu biru. Penasaran seperti apa kisah cinta Sang Kapten? berikut kisahnya, seperti yang lansir brilio.net Selasa (12/4/2016),   Kapten Tendean, jadi korban salah sasaran karena disangka Nasution. Kala itu usianya baru 26 tahun namun karirnya sudah moncer dan menjadi ajudan dari Jenderal A.H. Nasution. Saat peristiwa itu terjadi harusnya Pierre sudah berada di rumahnya, Semarang karena akan merayakan ulang tahun ibunya Cornet M.E yang seorang keturunan Perancis. Namun belum sempat pulang tiba-tiba rumah Nasu...

Ini yang diminta Aidit, Sebelum Dia di Eksekusi

Ketua Committee Central Partai Komunis Indonesia Dipa Nusantara Aidit ( DN Aidit ) ditangkap di Solo pada 22 November 1965 oleh Tentara Nasional Indonesia. Besoknya, pada 23 November 1965, Aidit dieksekusi mati di Boyolali, Jawa Tengah, kabupaten yang dekat dengan Solo. Kolonel TNI Ms yang menyergap dan mengakui mengeksekusi Aidit becerita kepada sahabatnya ihwal drama penangkapan tersebut. Sang sahabat itu, menuturkan pengakuan itu kepada Tempo yang menemuinya di rumahnya di Yogyakarta, Sabtu 26 September 2015 yang lalu. Setelah ditangkap di balik lemari di rumah milik simpatisan PKI di Solo, Aidit diajak ke ruang depan tempat meja yang masih ada sisa kopi dan puntung rokok. Saat hari nahas itu Aidit sempat menikmati kopi dan rokok di ruang depan, ruangan terbuka seperti umumnya rumah orang Jawa. “Intelijen meyakini posisi Aidit di rumah itu akibat Aidit ceroboh minum kopi di ruang terbuka,” kata Ms, seperti ditirukan sahabatnya. Menurut Ms, di ruang depan i...

Cerita Sukitman : Penemu Sumur Lubang Buaya, Lokasi Jenazah para Jenderal korban Keganasan G30S PKI

Peristiwa Gerakan 30 September selamanya akan dikenang sebagai sejarah kelam bangsa Indonesia. Akibat gerakan tersebut, sebanyak enam jenderal dan satu perwira pertama TNI Angkatan Darat tewas mengenaskan. Ketujuh jenazah anggota TNI AD tersebut kemudian ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada 3 Oktober, 51 tahun lalu. Penemuan jenazah ketujuh anggota TNI AD pada 3 Oktober 1965 tersebut tidak lepas dari peran Sukitman, seorang polisi yang pada 1 Oktober 1965 dipaksa dan dibawa ke Lubang Buaya oleh komplotan Gerakan 30 September. Pada malam penculikan jenderal AD, Sukitman tengah berpatroli di Jalan Iskandarsyah, Jakarta Pusat, dekat kediaman Jenderal Pandjaitan. "Ternyata ketika penculikan para jenderal pada tanggal 1 Oktober 1965, agen polisi itu sedang bertugas, kemudian dipaksa dan dibawa ke Lubang Buaya. Dia berhasil meloloskan diri dari Lubang Buaya dan akhirnya ditemukan oleh patroli Resimen Tjakrabirawa." tulis Maulwi Saelan dalam buku 'Kes...

Cerita Soekarno Marah di Amerika, Sampai Presiden AS Ketakutan

Dulu ada kisah menarik bagaimana Presiden Soekarno marah saat berkunjung ke Amerika Serikat. Soekarno merasa harga dirinya diinjak-injak oleh protokoler Presiden AS. Peristiwa itu terjadi tahun 1950an. Soekarno dijadwalkan menemui Presiden Eisenhower tepat pukul 10.00 pagi. Cerita itu dituturkan ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko dalam buku 'Sewindu Dekat Bung Karno' terbitan Kepustakaan Populer Gramedia. Pukul 09.58 Soekarno sudah tiba di tempat pertemuan. Pukul 10.00, Soekarno tersenyum lebar menunggu Eisenhower. Pukul 10.10 Soekarno masih tenang. Pukul 10.25, Eisenhower belum datang, Soekarno mulai tegang dan tak mau bicara. Pukul 10.30 meledaklah amarahnya. Protokoler Presiden AS dimarahi. "Apa-apaan ini, kalian yang menetapkan pertemuan pukul 10.00, hingga pukul 10.30 Presiden kalian belum datang juga!" "Apakah kalian memang bermaksud menghina saya. Sekarang juga saya pergi," ujar Soekarno dengan marah. Para pejabat AS pun kebingungan. Merek...

Ini yang akan terjadi jika PKI berhasil Kudeta 1965

Tragedi penculikan enam jenderal dan satu perwira TNI AD tanggal 1 Oktober 1965 berujung pahit bagi Partai Komunis Indonesia (PKI). Tak butuh waktu lama hingga akhirnya PKI dibubarkan. Di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, ratusan ribu anggota dan simpatisan PKI tewas dibunuh. PKI kalah dalam kudeta gagal tersebut. Angkatan Darat dan Ormas antikomunis langsung menyerang balik dan menghancurkan PKI hingga nyaris tak tersisa. Banyak pertanyaan, seandainya saat itu gerakan G30S berhasil dan PKI yang menang kira-kira apa yang terjadi? Sejarawan Anhar Gonggong menilai PKI juga akan melakukan pembantaian serupa. Menurut Anhar jika melihat sejarah, perebutan kekuasaan yang dilakukan komunis pasti memakan pertumpahan darah yang sangat besar. "Lihat di Rusia dan Uni Soviet, mungkin satu setengah juta orang terbunuh. Di Kamboja pun Khmer Merah membunuh jutaan penduduk yang tak sama dengan mereka," kata Anhar Gonggong dalam diskusi Jelajah Sejarah di Lubang ...

Inilah Daftar Kekejaman Raja-raja di Nusantara

SEJARAH kerajaan di Nusantara tidak hanya berisi catatan soal kebesaran dan jatuh bangunnya raja-raja mereka. Tidak semua raja-raja tersebut mampu berlaku adil dan bijaksana. Kekuasaan absolut menjadi ajang mempertunjukkan kelaliman. Berikut ini raja-raja dan kekejamannya yang pernah tercatat dalam sejarah Nusantara. Kertajaya Memaksa Brahmana untuk Menyembahnya Raja Kediri Kertajaya alias Dangdang Gendis (memerintah 1194-1222) menyatakan diri sebagai dewa dan memerintahkan rakyat dan para pemuka agama menyembahnya. Kelakuannya tak seperti leluhurnya, Airlangga, pendiri kerajaan Kahuripan, yang terkenal karena toleransi beragama antara Budha dan Hindu. Tak terima kelaliman Kertajaya, banyak kaum brahmana melarikan diri. “Para brahmana yang berpengaruh lari ke timur untuk beraliansi dengan Ken Arok, perebut tahta dari Janggala,” tulis Ann R. Kinney dalam  Worshipping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java . Perang besar terjadi pada 1222, pasukan Kertajaya kala...