Skip to main content

Ini dia Sederet nama Mantan Petinggi Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) dilingkungan kekuasaan birokrasi



Aceh pernah mengalami konflik bersenjata selama berpuluh puluh tahun. Adanya kekecewaan terhadap kekuasaan orde baru di Jakarta, menjadi penyebab sebagian masyarakat sipil aceh berjuang mengangkat senjata untuk melawan.

Kecendrungan sistem sentralistik orde baru, serta pembagian Sumber daya alam yang tak adil kepada rakyat Aceh, mendorong beberapa tokoh untuk berjuang melepaskan aceh dari bagian NKRI.


 foto : wikipedia

Adalah Hasan Tiro, tokoh yang disegani rakyat Aceh ini, kemudian membentuk Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) pada tahun 1976 dan mendeklarasikan kemerdekaan Aceh.

Kini konflik Aceh telah usai. Peristiwa Tsunami besar diakhir 2004, memaksa kedua belah pihak antara pemerintah RI dan GAM untuk bertemu, menyepakati perjanjian damai.

Perjanjian damai Helsinki pada Agustus 2005, menjadi tonggak sejarah baru masa depan Aceh. Perjanjian damai yang ditandangi karena tekanan Internasional ini, memberi dampak positif terhadap Aceh, salah satunya Aceh memiliki kewenangan besar untuk mengurus daeranya sendiri.

Pasca Konflik Aceh, muncul beberapa nama penting yang merupakan mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) ikut meramaikan bursa kepemimpinan kepala daerah. Para mantan Kombatan ini, ikut berkompetisi diberbagai pilkada kabupaten/kota yang ada di Prov. Aceh setelah berdirinya Partai Lokal.

Berikut nama-nama mantan petinggi gerakan aceh merdeka ( GAM ) yang terpilih dan menjabat sebagai kepala daerah.

1. Tgk. Sarjani Abdullah

foto : wikipedia


Tgk. Sarjani Abdullah, lebih dikenal dengan nama Awan (lahir di Nyong, Aceh, 20 Maret 1976, umur 46 tahun) adalah tokoh mantan pejuang GAM. Dia pernah menjabat sebagai Panglima Gerakan Aceh Merdeka wilayah Pidie. Sarjani Abdullah termasuk salah satu tokoh berpengaruh dan disegani di wilayah Aceh. Sepak terjangnya saat konflik aceh, terutama mash DOM ( daerah operasi Militer ) sangat diakui oleh militer Indonesia saat itu. Kini, Tgk Sarjani Abdullah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pidie, NAD periode 2012-2017.

2. Azhar Abdurrahman

foto : wikipedia

Ir. Azhar Abdurrahman, lahir di aceh jaya, 20 april 1969. Ia menyelesaikan pendidikan dari SD hingga SMU dikampung halamannya. Azhar merupakan seorang lulusan sarjana pertanian dari universitas syiah kuala pada tahun 1994. Pada 2008, ia pernah mengikuti kursus penerbangan pesawat.

Dimasa konflik Aceh, azhar menjabat sebagai Arakata ( sekretaris ) GAM wilayah Meureuhom Daya, Aceh Jaya. Kini Azhar Abdurrahman menjabat sebagai Bupati Aceh Jaya periode 2012-2017, setelah terpilih pada pilkada aceh jaya bersama pasangannya, Zamzani Rani yang juga mantan kombatan dari jalur perseorangan.

3.  Hasballah M. Thaib

foto : wikipedia

Tgk. Hasballah M. Thaib, atau dikenal dengan julukan Rocky, lahir di aceh timur pada 1 april 1974. Ia merupakan Bupati Aceh Timur periode 2012-2017.

Rocky, merupakan mantan Kombatan GAM di era konflik aceh. Ia pernah menjabat Panglima Sagoe Idi, yang bertugas memasok senjata dan berbagai logistik untuk GAM.

4. Muhammad Thaib

foto : wikipedia

H. Muhammad Thaib (dikenal dengan nama Cek Mad lahir di Aceh Utara, Aceh, 19 Januari 1961, saat ini berusia 56 tahun. Ia adalah Bupati Aceh utara sejak 5 juli 2012. Saat konflik bersenjata Aceh, ia adalah salah satu petinggi GAM diwilayah Aceh utara, dimana kini ia menjadi bupati.

5. Tengku Aiyub Abbas

foto : wikipedia

Teungku Aiyub Abbas lebih dikenal dengan nama Abuwa Muda ( lahir di Lhok Duek,bandar baru, Pidie Aceh , umur 47 tahun ) adalah Bupati Kabupaten Pidie Jaya dari Partai Aceh periode 2014-2019 dan merupakan mantan tokoh pejuang Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ).

Saat konflik Aceh berlangsung, Aiyub dipercaya sebagai staf Komando Pusat GAM di Tiro pada 1990, dibawah pimpinan Tgk, Umar Ibrahim di Tiro. Berbagai posisi strategis pernah ia jabat selama berjuang mengangkat senjata bersama GAM. Ia pernah menjalani pendidikan militer di Libya serta Ilmu Politik dan Militer di Swedia.

6. Tengku Suaidi Yahya

foto : wikipedia

Tengku Suaidi Yahya lahir Meunasah Mee, Lhokseumawe, aceh 1 Juli 1970. Ia adalah walikota Lhokseumawe yang menjabat periode 2012-2017. Ia adalah mantan Petinggi GAM di wilayah Aceh Utara.

Saat konflik aceh, Suaidi Yahya adalah Kepala Polisi GAM daerah Pase, Aceh Utara. Kemudian menjabat sebagai wakil gubernur GAM wilayah Pase, aceh utara.

7. Muzakkir Manaf

foto : wikipedia

Tgk, Muzakkir Manaf, lahir di aceh utara, 3 april 1964, adalah seorang mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.

Namanya Muzakir Manaf, tetapi orang Aceh biasa menyapa lelaki ini dengan sebutan Mualem. Pada masa perang Aceh, gelar Mualem disematkan kepada seseorang yang memiliki pengetahuan tinggi tentang ilmu kemiliteran, yang memiliki kemampuan untuk melatih pasukannya.

Pasca konflik aceh, orang Aceh masih juga menyebut Muzakir Manaf sebagai Mualem. Tentu saja, nuansanya tak lagi dikaitkan dengan soal militer, tetapi sebagai sapaan kehormatan, tak hanya bagi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tetapi juga oleh seluruh masyarakat Aceh lainnya.

8. Zaini Abdullah 

foto : acehsatu.com


dr. H. Zaini Abdullah adalah Gubernur Aceh sejak 25 Juni 2012. Ia merupakan mantan komandan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) serta menteri luar negeri GAM  yang terpilih menjadi Gubernur Aceh yang kedua setelah konflik Aceh pada Pemilukada Aceh 2012.  

9. Irwandi Yusuf

Foto : klikkabar.com

Irwandi Yusuf lahir di Bireun Aceh, 2 agustus 1960 ini merupakan salah satu Petinggi GAM di masa konflik Aceh. Pada periode 1998 hingga 2001, Irwandi yusuf pernah dipercaya sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM. Keterlibatan Irwandi sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM membuat ia berurusan dengan aparat keamanan Indonesia dan ditangkap pada awal 2003. Ia divonis 9 tahun dalam kasus Makar.
Irwandi Yusuf merupakan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam periode 2007-2012, gubernur aceh periode pertama pasca perdamaian Helsinki, swedia. Saat ini ia ikut maju dalam pilkada aceh 2017, melawan mantan rekannya di GAM Muzakkir manaf.


*irsyad












Comments

Popular posts from this blog

4 tokoh komunis indonesia yang terlahir dari keluarga religius

Akhir akhir ini isu komunis begitu sensitif di negara kita. Gerakan komunis yang direpresentatifkan melalui Partai Komunis Indonesia ( PKI ) sebagai organisasi terlarang, diisukan bangkit kembali setelah kematiannya hampir setengah abad yang lalu. Momok mengerikan tentang kisah kekejaman PKI melalui rangkaian cerita sejarah terbitan orde baru, seakan membekas hingga generasi saat ini. Rezim orde baru dirasa sukses membuat diaroma kekejaman PKI, mengemasnya dalam berbagai cerita mencekam hingga menfilmkannya sebagai film tontonan wajib tuk semua kalangan setiap tanggal 30 september, selama 32 tahun rezim orde baru berkuasa. Seorang komunis selalu diidentikan dengan seorang atheis. Ateis atau ateisme dan komunis atau komunisme seakan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Ateisme tidak sama dengan komunisme. Ateisme adalah ketidakpercayaan terhadap keberadaan Tuhan. Dalam hal ini Tuhan personal, Sang Maha Pencipta, dan Maha Berkehendak. Sementara komunisme adalah

Inilah Daftar Kekejaman Raja-raja di Nusantara

SEJARAH kerajaan di Nusantara tidak hanya berisi catatan soal kebesaran dan jatuh bangunnya raja-raja mereka. Tidak semua raja-raja tersebut mampu berlaku adil dan bijaksana. Kekuasaan absolut menjadi ajang mempertunjukkan kelaliman. Berikut ini raja-raja dan kekejamannya yang pernah tercatat dalam sejarah Nusantara. Kertajaya Memaksa Brahmana untuk Menyembahnya Raja Kediri Kertajaya alias Dangdang Gendis (memerintah 1194-1222) menyatakan diri sebagai dewa dan memerintahkan rakyat dan para pemuka agama menyembahnya. Kelakuannya tak seperti leluhurnya, Airlangga, pendiri kerajaan Kahuripan, yang terkenal karena toleransi beragama antara Budha dan Hindu. Tak terima kelaliman Kertajaya, banyak kaum brahmana melarikan diri. “Para brahmana yang berpengaruh lari ke timur untuk beraliansi dengan Ken Arok, perebut tahta dari Janggala,” tulis Ann R. Kinney dalam  Worshipping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java . Perang besar terjadi pada 1222, pasukan Kertajaya kalah. K